Suzuki Access, Skutik Rp 25 Jutaan dengan Konsumsi BBM Super Irit

Dapurpacu.com – Suzuki makin agresif di segmen skutik. Di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, mereka resmi memperkenalkan Suzuki Access, skutik retro yang dibanderol Rp 25,5 juta. Motor ini langsung head-to-head dengan Honda Scoopy, Yamaha Fazzio, dan TVS Callisto.

Desain Kompak dengan Aura Retro

Suzuki meracik Access dengan dimensi pas buat harian. Panjangnya 1.835 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.155 mm. Jarak sumbu rodanya 1.260 mm, sementara jok 770 mm cocok untuk mayoritas postur orang Indonesia. Ground clearance 160 mm membuatnya tetap nyaman melewati jalanan yang tidak rata. Dengan bodi bergaya membulat, Access tampil retro sekaligus simple.

Mesin 125 cc Halus dan Praktis

Motor ini mengandalkan mesin 125 cc SOHC 2 klep pendingin udara. Tenaga maksimumnya 8,3 HP di 6.500 RPM, dengan torsi 10,2 Nm di 5.000 RPM. Mesin ini ringan, mudah dirawat, dan andal untuk pemakaian sehari-hari. Selain itu, suara mesinnya terdengar lebih halus berkat penggunaan kopling satu arah tipe roller.

Suzuki juga mengatur CVT agar putaran mesin lebih responsif di kecepatan 30–60 km/jam. Karena itu, tarikan Access terasa bertahap sekaligus bertenaga, bahkan memberi sensasi sporty layaknya motor sport entry-level.

Konsumsi BBM Bikin Kaget

Bicara efisiensi, Access tampil menonjol. Suzuki mengklaim konsumsi BBM bisa mencapai 57,3 km per liter. Dengan tangki 5,3 liter, Access sanggup menempuh jarak hingga 303 km sekali isi penuh. Angka ini jelas bikin Access jadi pilihan menarik bagi yang ingin motor retro dengan biaya jalan super hemat.

Fitur Praktis untuk Harian

Suzuki tidak pelit fitur pada Access. Di bagian depan, ada dua kompartemen penyimpanan yang muat botol 500 ml. Pengguna juga bisa mengisi daya gadget lewat USB charger 2A yang ada di sisi kiri. Di bawah jok, bagasi berkapasitas 24,4 liter siap menampung jas hujan atau helm half face.

Baca Juga:  Suzuki Luncurkan Generasi Terbaru Mobil Compact: Lebih Irit dan Penuh Teknologi Modern

Panel instrumennya mengombinasikan speedometer analog dengan odometer digital. Perpaduan klasik dan modern ini memberi nuansa ikonik, sesuai karakter retro yang diusung. (*AY)