JAKARTA (DP) –Berita tentang kecelakaan sports car listrik Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan, di Magetan, pada Sabtu lalu (5/1) sekitar pukul 15:00, mengagetkan Jusri Pulubuhu, Chief Instructor JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting).
“Saya terkejut melihat dan mendengar berita itu di TV ketika saya dan isteri sedang istirahat di warung kecil menuju Palabuhan Ratu. Di dalam benak saya ada beberapa pertanyaan mengenai kejadian itu,” katanya.
Kok bisa sebuah kendaraan yang masih protype/purwarupa sudah berada di ruang publik? Kok bisa seorang putra bangsa yang sangat berprestasi dibiarkan oleh tim kerja (project tersebut) dibiarkan untuk melakukan test drive? Walah, kok, rute perjalanannya yang dipilih mengerikan alias berat (Solo – Tawangmangu – Sarangan – Plaosan – Magetan)?
Prosedur test drive
Seingat saya prosedur sebuah kendaraan purwarupa/prototipe di ruang publik/jalan ada mekanisme yang harus dipenuhi terlebih dahulu, mengingat seluruh komponen-komponen kendaraan tersebut belum laik (layak) untuk dipastikan tepat sesuai kebutuhan. Pertanyaannya, apakah tim Tucuxi telah melalui semua ini, proses diawali permohonan SUT (Surat Uji Tipe) dari Kementerian Perhubungan, yang nantinya akan mengeluarkan surat rekomendasi/pengantar kepada instasi lain terkait dengan tes-tes yang harus dipenuhi.
Selanjutnya dengan bekal tersebut tim Tucuxi harus mengajukan permohonan STCKB (Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor) dari Polri, di mana dari hasil-hasil dokumen pemohon, Polri akan mengeluarkan Pelat Nopol sementara. Terkait dengan uji coba di ruang publik ini tim Tucxi harus mengajukan permohonan keamanan kepada pihak Polri yang isinya antara lain: rute perjalanan & penyediaan pengawalan dengan maksud pengamanan.
Pertanyaan lain dalam konteks ini, apakah rangkaian uji coba lain seperti, perfoma mesin, emisi, handling, kemampuan rem atau test crash di ruang tertutup sudah dilakukan dan laik? Ini merupakan langkah awal yang biasanya harus dilakukan oleh setiap produsen sebelum melakukan uji coba unitnya di ruang publik.
Kualifikasi test driver
Sebagaimana tes-tes kendaraan purwarupa, tim Tucuxi harus melengkapi persyaratan-persyaratan keselamatan seperti standard emergency procedures/tanggap darurat. Ada hal lain, seoarang test driver dari unit purwarupa harus mempunyai kompetensi tertentu yang tidak sama sebagaimana kualifikasi driver biasa.
Dia harus memiliki kemampuan recovery skill/ketrampilan mengemudi dalam kondisi darurat, misalnya pada situasi kebakaran, rem blong (brake failure), pecah ban atau kegagalan fungsi handling yang menyebabkan kendaraan sulit terkendali. Seorang test driver juga biasanya diisyaratkan memiliki kompetensi teknis dan mampu memberikan feedback hasil tesnya secara teknis kepada tim teknisnya. Dengan demikian feedback berkualitas diberikan oleh test driver untuk proyek itu.
Rem Blong
Medan Solo – Tawangmangu (sekitar 45 Km), Tawangmangu – Raya Sarangan – Plaosan ( sekitar 20 Km) – Magetan, dikenal sebagai rute menantang bagi para pehobi otomotif. Lintasan-lintasan yang menanjak mencapai ketinggian 1,300-an meter di atas permukaan laut ini dipenuhi tanjakan-tanjakan curam dengan sudut tikungan tajam.
Lalu ada lintasan-lintasan menurun berkelok-kelok tajam, di mana membuat rem bekerja dengan berat untuk menahan bobot kendaraan. Dalam beberapa touring yang saya lakukan dengan sepeda motor Harley Davidson (beratnya kurang dari 400 Kg), banyak sepeda motor rekan saya mengalami gejala brake fading (seakan-akan rem blong dan tidak bekerja). Sebenarnya itu adalah indikasi kemampuan fluida rem tidak mampu menahan panas yang ada sehingga kemampuan untuk memberikan pressure pada caliper rem tidak maksimal dan yang terjadi adalah kendaraan akan tetap meluncur walau pedal rem telah diaktifkan.
Saya selalu memberikan coaching kepada kawan-kawan sebelum melintasi rute tersebut bagaimana menyikapi setiap perlambatan yang diinginkan agar brake fading/penyusutan kemampuan rem ini tidak terjadi dan beberapa tips jika situasi darurat terjadi. Biasanya brake failure atau blong disebabkan kurangnya pngetahuan pengemudi dalam mengoperasikan tekik mengemudi yang benar & aman atau lemahnya mereka dalam merawat sistem rem.
Intinya rute Solo – Tawangmangu– Raya Sarangan – Plaosan – Magetan, dengan durasi 2 ½ – 3 jam ini adalah rute berat bagi sebuah suatu kendaraan purwarupa. [dp -- Jusri Pulubuhu]
© 2013, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.








Gresini: Doni Tata Bisa, tapi Suatu Saat…
Valentino Rossi Kembalikan Gaya Balapan Klasiknya
Mengukur Nasib Penjualan Mitsubishi Mirage Setelah Recall
Kalo harus sesuai birokrasi terlalulama.pak DI orang pinter loh.gak mungkin dia cm nekad.
ini indonesia,dimana orang punya kuasa bisa bebas
nglakuin hal salah jadi ga salah,,apa lagi yg nlakuin orang sekelas DI,
Kalo ga gitu bukan babe dahlan… show off yg kebabalasan….
kalo kata iklan seh,
ga ada noda ya ga belajar…
pelajaran paling berharga adalah pengalaman
terlalu nekad untuk show off !