BANDUNG/DP-Selama dua hari (12-13/12) kemarin, Jalan Braga Bandung kembali menggeliat. Wajah Art Deco Braga Weg itu seperti bangkit kemasyhurannya oleh sebuah festival bernama Brotherhood Braga Bike Fest.
Semua klub motor mungkin bisa menggelar pesta, festival, jambore, gathering bikers atau apapun namanya. Namun, rasanya yang dirancang Bikers Brotherhood MC berbeda ketimbang lainnya.
Mereka bisa membuat kemasan acara itu terasa soul-nya, unik, meriah dan bermakna.
Ya, gelaran Brotherhood Braga Bike Fest adalah contohnya. Dengan mengusung tema Braga Revival, BBMC melalui Brotherhood for Culture ingin membangunkan pamor jalan Braga yang sangat bersejarah tersebut.
Ribuan bikers dan beranekaragam tunggangannya tumpah ruah di sepanjang jalan tersebut untuk menikmati budaya lain dari Jalan Braga. Tidak hanya dari pelosok nusantara, namun juga datang bikers dari Australia, Singapura dan Malaysia.
Ada sajian kesenian tradisional Jawa Barat seperti reog, ketuk tilu, bajidoran, karinding, solo kendang, tari topeng hingga pertunjukan ular phyton yang menyedot perhatian pengunjung.
Belum lagi fashion show, hell’s driver show, kontes foto hingga konsep panggung yang dibuat terowongan (tunnel stage) sehingga membuat orang tidak terganggu lalu lalang dengan berjalan kaki.
Dari atmosfer modern, lagu-lagu The Doors, Rolling Stone, Led Zeppelin mampu dibawakan secara apik oleh para musisi Bandung yang mengoyak kenangan lama kejayaan hiruk pikuk Braga Weg.
Brotherhood Braga Bikes Fest yang digelar untuk ketigakalinya tersebut menjadi ajang pengakuan bahwa Bikers Brotherhood tidak hanya sekadar sebuah klub motor namun juga sebuah bagian komunitas budaya yang sanggup menarik magnet semua lapisan masyarakat.
Simak penuturan Ivanka, gitaris Slank, yang terlihat menikmati acara ini dari trotoar Jalan Braga.”Bandung selalu terdepan dalam kreatif, termasuk soal komunitas Bikers Brotherhood yang bisa mengadakan acara ini di jalanan yang begitu legenda dengan konsep yang hanya bisa dibuat di Bandung.
Bukan hanya dari sisi kemeriahannya, namun juga terasa sekali tema acaranya.Salut!”ujar pemilik Vespa 1959 tersebut. Tanpa mengganggu kenyamanan warga setempat yang masih membuka tokonya, mereka juga tampak antusias menyambut gelaran ini.
Atmosfer nostalgia juga dirasakan oleh Joseph Suhita Tatuah (77) yang jauh-jauh datang dari Bali untuk sekadar menikmati acara ini.”Dulu saya pakai BSA Goldstar 500 melewati jalanan ini. Ingatan saya kembali muncul melihat jajaran motor tua sambil menikmati panorama Braga di malam hari,” ujarnya.
Menurut Budi Dalton, El’ Presidente Bikers Brotherhood MC, acara ini memang telah dirancang sedemikian rupa untuk bisa mengembalikan kejayaan Jalan Braga dari berbagai aspek.
“Mulai dari kondisi jalan, perekonomian pemilik toko hingga kesempatan masyarakat untuk bisa mendapatkan akses hiburan tradisional Sunda di tengah kota,” sebutnya.
Apalagi yang akan dibuat Bikers Brotherhood MC? Kita tunggu saja kelejatan lainnya yang akan disuguhkan mereka. 2662! [ars]
© 2009 -- 2010, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.
Tidak ada berita terkait.



Yakin dengan Kualitas, Pelumas Pertamina Kejar Pasar Internasional
Osamu Masuko: Indonesia Lebih Besar dari Amerika Serikat
2012, Tiga Mobil Model Baru Mazda Masuk Indonesia
Mazda Indonesia Catat Rekor Baru Penjualan di 2011
Rifat Sungkar Gagas Komisi Drifting Indonesia
Gajah Tunggal Sumbang Kendaraan Donor Darah
Konsistensi GT Radial Drift Team di Formula Drift 2011
GT Radial Sponsori OICC Show 2011
